Selamat datang di Revolusi Industri 4.0. Mari berinternet sehat!

gambar : www.freepik.com
foto : www.freepik.com
Pada World Economic Forum 2016, ekonom asal Jerman, Profesor Klaus Schwab pertama kali memperkenalkan konsep Revolusi Industri 4.0. Schwab memaparkan "Revolusi teknologi sedang berlangsung dan mengaburkan batas antara fisik, digital, dan biologis." Secara sederhana dikatakan Revolusi Industri keempat adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet saling memengaruhi kehidupan manusia. (Begitu penjelasan Jurnalis CNBC Indonesia, lihat  :https://www.youtube.com/watch?v=XENMOfD-mLs).

Di hari kedua belajar mandiri secara online kali ini, saya mendapatkan modul tentang Revolusi Industri 4.0 dan Berinternet Sehat. Seperti pembelajaran sebelumnya peserta TQN Preneur 2020 dianjurkan untuk menyampaikan pandangan ke dalam tulisan atau blogging. Menarik bagi saya adalah data dari McKinsey Global Institut tentang profesi apa yang bertahan di era Revolusi Industri 4.0, yaitu, diantaranya Industri kreatif, IT, Profesional, Manager, Pelayanan Kesehatan, Pendidikan, dan Jasa Konstruksi. Lalu bagaimana dengan bidang yang lainnya?

Namun seketika saya teringat pesan khusus untuk para peserta dari Kyai Wafiudin di hari pertama, tentang misi dari ikhwan / akhwat dalam menjalankan tugas TQN, harus ada misi, tanpa misi, orang kehilangan orientasi dan hidup menjadi tidak bermakna. Kembali ke tujuan dari TQN Preneur 2020 ini untuk mencetak kader-kader wirausaha, saya yakin dengan banyaknya peluang baru yang luas. Keyakinan sama, yang kami dapatkan bahwa secara sadar kami selalu dibimbing oleh Mursyid kami, Mursyid TQN PP Surayalaya, KH. Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin QS.

Berkaca dari keuntungan demografi bangsa Indonesia dan memiliki pasar e-commerce terbesar se-ASEAN (21 Milliar USD). Oleh Sandiaga Uno di tahun 2020 dikatakan tentang UMKM, Startup, dan Pengusaha Indonesia, 3 dari 10 orang Indonesia menjadi Pengusaha. 99 % ekonomi digerakkan UMKM, 97 % lapangan kerja diserap UMKM, 66 % PDB ekonomi disumbang UMKM. (kutipan pernyatan Sandiaga Uno dipaparkan Kang Irfan di hari pertama pembekalan program)

gambaran UMKM, sumber : www.4muda.com
Key Point yang saya dapat adalah menjadi bagian UMKM, tantangan menjadi UMKM di era Revolusi Industri 4.0, hal ini yang ingin saya pelajari pada proses belajar di TQN Preneur tentunya. Dan tidak lupa kami para peserta memohon doa agar diberi kemudahan melalui tahapan-tahapan program hingga akhir.


Era Revolusi Industri sangat erat kaitannya dengan internet, istilah internet adalah segalanya sudah banyak digaungkan para ahli di berbagai kesempatan. Pertanyaannya adalah apa itu internet sehat?

Modul kedua belajar online hari ini mempelajari tentang internet sehat, bijak, dan aman yang dibagi menjadi  3 bagian, mempelajari etika berinternet, hak cipta di era digital, dan keamanan berinternet. Secara sempit dikatakan internet sehat itu adalah aktifitas berselancar di dunia maya sesuai aturan dan norma yang berlaku dengan membawa pengaruh yang positif. Antara lain sebagai media pertukaran data dengan menggunakan email, newsgroup, dan WWW. Internet sebagai media kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam perdagangan. Media untuk mencari informasi atau data, dan terakhir internet sebagai media komunikasi yang paling banyak digunakan oleh pengguna diseluruh dunia.

Bagi pelaku usaha yang akan memulai bisnisnya secara digital, penting menjaga etika dalam bisnis online, menjunjung tinggi etika dalam mengunggah, unduh, komentar, dan melihat konten. Memahami hak cipta orang lain contohnya dengan meminta ijin ketika kita akan menggunakan hasil karya pihak ketiga. Terakhir mengenai keamanan berinternet, sebagai gambaran bahwa ketika bertransaksi di internet dengan memanfaatkan fitur pelindung privacy dengan mewaspadai cybercrime.

Pengalaman-pengalaman selama mengikuti proses TQN Preneur akan saya bahas di blog-blog selanjutnya. Ikuti terus yaa Sahabat Preneur! 

Terima kasih @tqnnews

#tqnnews
#tqndigitalpreneur
#wirausahatqn


Komentar

Posting Komentar